Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2011

Menguak Isi dari Inti Bumi Kita yang Menakjubkan

Ada pertanyaan menarik, berdasarkan keyakinan dan sains, apakah isi dari inti bumi kita?
Orang bisa berkhayal suatu saat nanti, manusia bisa melancong dengan bebas ke planet tetangga. Namun, melancong ke inti Bumi merupakan suatu kemustahilan.
Menjelajah kedalaman laut atau hutan tak tertembus termasuk hal yang masih mungkin dilakukan namun tak begitu dengan menjelajah inti Bumi. Pengeboran terkeras hanya mampu menembus di kedalaman 12 km dan itu hanya 0,2% radius Bumi.
Setelahnya, panas tinggi akan menyerang dan membuat apa pun meleleh. Tekanan dan suhu ekstrim interior planet ini permanen jauh dari jangkauan. Karenanya, Bumi selalu memiliki ‘keajaiban’ yang mampu mempesona manusia.
Inti Bumi sendiri memerankan pusat di banyak kosmologi dan kepercayaan tradisional. Terbaru, sedikit demi sedikit sains mulai memahaminya. Berikut pandangan kronologis pemahaman evolusi manusia dari dunia panas di bawah kaki manusia.

Lubang Neraka
Pandangan tradisional yang banyak menyebar menyatakan, inti Bumi adalah danau api tempat orang jahat tinggal untuk selamanya atau biasa disebut neraka. Mengabaikan sisi kehidupan setelah meninggal, penggambaran neraka yang ada akurat dengan inti Bumi.
Mengejutkan memang, banyak keyakinan dan kosmologi menggambarkannya dengan benar, yakni berupa letusan gunung api yang bisa disajikan di budaya kuno dengan pandangan menakutkan api neraka. Pada kenyataannya, belerang yang menjadi metafora Neraka di Injil Krister hanyalah sejenis batu yang biasa ditemukan di gunung api.

Kura-kura dunia
Banyak budaya Asia Timur dan Amerika asli tak menggambarkan interior Bumi seperti neraka. Gantinya, mereka menggambarkannya sebagai kura-kura raksasa yang disebut ‘kura-kura dunia’. Kura-kura ini menopang Bumi di punggungnya.
Beberapa variasi mitos ini menyebutkan, kura-kura ini diganti gajah dalam mitos Hindus namun beberapa sejarawan menggambarkan, dunia berada di atas punggung gajah yang berdiri di atas kura-kura. Awal mulanya di 1931, antropolog Frank Speck mempelajari mitos ini dari Delaware India yang meyakini kura-kura mewakili sifat tekun dan panjang umur.
Fisikawan Stephen Hawking memiliki anekdot terkenal mengenai mitos ini yakni, kura-kura berdiri di punggung kura-kura lain yang berdiri di kura-kura lainnya lagi dan semuanya adalah kura-kura.

Inti emas
Geolog Bernard Wood dari University of Oxford memperkirakan, ada 1,6 kuadriliun ton emas di inti Bumi dan jumlah ini cukup untuk menyelimuti permukaan planet dengan emas setebal 0,5 meter. Menurutnya, jumlah emas yang ada enam kali lebih banyak dari platina, nikel, niobium, dan elemen besi lainnya.
Hipotesa geolog ini muncul setelah ia meneliti konten besi pada meteorit yang serupa ‘planetismal,’ benda langit kecil bertubrukan pembentuk Bumi. Wood menemukan banyak emas pada meteorit ini.

Lapisan bawang
Kerak Bumi seolah membisikkan rahasia apa yang ada di bawahnya. Saat ada gempa, gelombang seismic memantul melewati Bumi dan memantulkan kerak, mantel, inti luar dan dalam kemudian terekam seismogram di seluruh dunia. Kemudian, ilmuwan melacak ulang untuk membuat peta interior Bumi.
Hasilnya, ditemukan sebuah bola besi dan nikel solid di intinya. Meski diyakini memiliki suhu 5.500C, inti Bumi juga memiliki tekanan tinggi yakni lebih dari tiga juta kali atmosfer permukaan planet ini. Tekanan ini akan membuat suhu pada titik besi meleleh.
Menurut geolog Caltech David Stevenson, lapisan cairan terluar sebesar 95% total volum inti. Mantel terletak pada 3.500 km di luar inti Bumi. Batu tebal ini menyumbang 84% total volume planet dan mantel ini dilapisi kerak tipis tempat tinggal manusia.

Bola Kristal
Bukti menunjukkan, inti Bumi bukanlah bagian homogeny. Ilmuwan menyadari gelombang seismic yang melewati inti lebih cepat dari satu kutub ke lainnya. Artinya, inti Bumi memiliki struktur yang berbeda arah satu sama lain. Para ahli yakin, hal ini disebabkan karena inti Bumi terbuat dari kristal yang tertata kutub magnet Bumi.
Geofisikawan Ronald Cohen dari Carnegie Institute menemukan, gelombang horizontal dan vertical membuat atom nikel dan besi tercampur dua jenis kristal yang membuatnya memiliki struktur heksagonal dan kubus. Menurut Cohen, kristal ini mungkin ditata berlawanan di inti Bumi tempat tekanan tertinggi. Lebih jauh, “Mungkin ada cairan di antaranya”.

Hutan terlarang
Geolog Jepang Kei Hirose baru-baru ini melakukan percobaan mereplika kondisi di inti Bumi dalam skala kecil di lab. Menggunakan catok, alat seperti penjepit, ia memanaskan besi nikel pada suhu 4.500 Celsius dan tekanan atmosfer tiga juta kali. Berdasarkan apa yang terjadi, ia menyatakan, kristal dalam inti Bumi setinggi 10 km. Hirose pun menggambarkannya sebagai ‘hutan kristal’.

Senin, 05 September 2011

Ilmuwan Bisa Ciptakan Otak Transparan


Ilmuwan Jepang berhasil menciptakan otak transparan. Dengan menggunakan larutan bernama Sca le, ilmuwan itu megubah otak putih tikus yang semula berwarna keruh menjadi sebening kristal. Otak transparan yang diciptakan bisa membantu ilmuwan melihat penanda fluorescent yang disisipkan pada tikus putih. Medical imaging memasuki era baru dengan penciptaan otak transparan ini.

"Penelitian kami saat ini memang fokus pada otak tikus, namun aplikasinya tak terbatas pada tikus maupun otak," kata Atsushi Miyawaki, peneliti RIKEN Brain Institute Jepang yang menciptakan otak transparan ini. "Kami bisa mengembangkan pemakaian Sca le untuk organ lain seperti jantung, otot dan ginjal serta pada jaringan dari primata dan sampel biopsi manusia," lanjut Miyawaki seperti dikutip National Geographic, Jumat (2/9/2011).

Sca le merupakan larutan yang terbuat dari bahan yang relatif sederhana. Komposisinya adalah urea (senyawa utama pada urin), gliserol (senyawa yang juga terdapat pada sabun) dan deterjen yang disebut Triton X. Untuk membuat otak transparan, organ otak direndam selama 2 minggu dalam larutan ini.

Tak seperti larutan lain yang juga digunakan untuk membantu melihat otak, Sca le tak menghilangkan penanda fluorescent. Selama ini, penanda fluorescent dipakai untuk membantu fluorescent imaging. Teknik fluorescent imaging sendiri digunakan untuk memetakan arsitektur otak, mulai jaringan saraf, pembuluh darah dan struktur lain.

Otak transparan yang diciptakan bisa membantu pemetaan arsitektur otak. Lebih luasnya, organ transparan bisa membantu pencitraan awal sebelum melakukan pencitraan yang lebih mahal seperti CT Scan dan MRI. Aplikasi untuk penanganan penyakit, dokter bisa menganalisa apakah perawatan yang diberikan benar-benar berdampak pada organ target. Ini hal yang belum bisa dilakukan sebelumnya dalam dunia medis.

Meski banyak manfaatnya, larutan Sca le tidak akan digunakan segera secara luas. Miyawaki mengatakan, Sca le saat ini masih terlalu toksik untuk digunakan. "Saat ini kami sedang mencari kandidat reagen lain yang memungkinkan kita mempelajari jaringan hidup dengan cara yang sama dengan transparansi yang lebih rendah," jelas Miyawaki. Penemuan Miyawaki dipublikasikan di Jurnal Nature Neuroscience, Selasa (30/9/2011) lalu.

Selasa, 09 Agustus 2011

Konspirasi Mencengangkan Mengenai Bulan Sungguh Menggelikan!


Satelit Bumi yang satu ini memang terkenal memiliki banyak misteri. Selain misteri, banyak konspirasi muncul terkait bulan. Apa saja?

Tak pernah mendarat di Bulan

Sejak Apollo 11 mendarat di Bulan pada 20 Juli 1969, ahli teori konspirasi dengan lantang menyatakan manusia tak pernah benar-benar sampai ke bulan. Mitos seputar pendaratan itu menyebar luas dan jauh namun cerita itu bukanlah satu-satunya cerita mengenai permukaan bulan.

Hoax Bulan Besar New York Sun

Dimulai pada Agustus 1835, serangkaian artikel di New York Sun merinci kehidupan di bulan seperti ditemukan teleskop astronom Sir John Herschel. Artikel-artikel tersebut menggambarkan makhluk fantastis seperti unicorn dan manusia seperti kelelawar berada di planet tetangga itu.

Meski kemudian terbukti hoax, Herschel mengaku tak pernah mengklaim melihat apa pun di bulan dan mengutuk artikel tersebut. Surat kabar itu sendiri tak pernah mengeluarkan isu pencabutan yang membuat beberapa pihak mempercayai kata-katanya.

Bernah Nostradamus Memprediksi pendaratan di Bulan?

Nostradamus meramalkan banyak hal namun apakah peramal Prancis ini meramal pendaratan di bulan? Syair ini diyakini menceritakan pendaratan di bulan atau pendaratan di bulan hanyalah hoax.

“Ia akan datang masuk ke sudut Luna tempat ia akan ditangkap dan dimasukkan di negeri asing. Buah mentah akan menjadi subyek skandal besar atau kesalahan besar atas satu pujian besar”.

Adakah Reruntuhan Kaca di Bulan?

Dalam buku ‘Dark Mission: The Secret History of NASA,’ penulis Richard Hogland dan Mike mengklaim reruntuhan kaca atau kristal bisa dilihat di permukaan bulan. Struktur menjulang itu panjangnya dikatakan lebih dari satu kilometer. Foto reruntuhan itu difoto astronot Apollo dan disembunyikan dari publik oleh karyawan NASA selama lebih dari 30 tahun.

Apakah Bulan adalah pesawat berongga?

Alex Collier yang mengaku berhubungan dengan ras alien, mengatakan, Bulan bukanlah badan angkasa melainkan pesawat ruang angkasa berongga yang digunakan ribuan tahun lalu untuk mengangkut ras makhluk reptil ke Bumi. Bulan hanya sebuah van bergerak berteknologi tinggi yang diparkir di orbit kita.

Adakah Markas Nazi di Bulan?

Di akhir perang, Nazi mengembangkan persenjataan teknologi tinggi dan beberapa orang yakin, salah satunya teknologi pesawat ulang alik. Teori mengatakan, Nazi bisa menjadi pemenang sebenarnya dalam perlombaan ruang angkasa pada 1942.

Sementara di bulan, Nazi mendirikan markas yang kemudian sering dikunjungi astronot negara lain. Rumor lain menyatakan, Hitler selamat dari Perang Dunia II dan mengungsi ke planet ini menggunakan teknologi roket dan menjalani hidup panjang di markas bulan Nazi.

Benarkah Ada Makhluk Lewati di Video Apollo 14?

Mungkin, salah satu alasan kita tak pernah kembali ke bulan adalah satwa liar yang ditemukan di sana. Seorang pembicara di Conspiracy Con 2011 menunjukkan video Apollo 14 berisi makhluk seperti monyet atau anjing bergerak cepat di permukaan bulan sementara astronot sudah kembali ke dalam pesawat ruang angkasa.

Apakah ada WMD di Bulan?

Data diambil dari pesawat ruang angkasa Jepang menunjukkan adanya uranium di bulan. Para peneliti mengatakan, ini menjadi bukti pertama unsur radioaktif di tanah bulan, sementara lainnya kini yakin, ada senjata pemusnah massal terkunci dan siap dilepas landaskan dari bulan. Namun, apakah mereka menarget Bumi atau ruang angkasa?

Apollo 18: Fakta atau Fiksi?

Film 2011, ‘Apollo 18’ merupakan mockumentary bergaya film horor dengan konsep dasar kita tak kembali ke bulan karena kehadiran alien yang ditemukan astronot. Atau ini hanya sekadar film dokumenter?

Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, kepala Dimenstion Films Bob Weinstein membantah film itu fiksi. “Kami tak melakukan syuting. Kami menemukannya,” tegasnya.

Markas Bulan Alien

Menurut situs UFO Casebook, NASA berhasl memfoto apa yang diyakini sebagai markas alien di sisi jauh bulan. Pada 1994, Angkatan Laut AS mengirim satelit yang disebut Clementine untuk mengambil gambar bulan namun tak menemukan apa pun.

Meski 1,8 juta gambar telah diambil, hanya 170 ribu gambar dipublikasikan. Sisanya diklasifikasikan. Hal ini membuat banyak orang yakin, bukti kehidupan alien disembunyikan dari publik.

Pernahkan Astronot Melihat Aliens?

Selama wawancara Nick Margerrison dari Kerrang Radio pada 2008, Pilot Lunar Module Apollo 14 Dr Edgar Mitchell mengklaim, alien berkali-kali mengontak manusia namun pemerintah menyembunyikan kebenaran itu.

Ia menggambarkan alien seperti ‘orang kecil yang terlihat aneh’ dan memperingatkan, teknologi kita tak semaju milik mereka. “Apakah mereka telah pergi sekarang”. Rumor lainnya, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin melihat dan memfilmkan markas bulan alien selama perjalanan bulan mereka. James Lovell dari misi Apollo 8 kabarnya juga melihat bukti kehidupan alien itu.

Astaga, Indonesia Ranking Pertama Dunia Terhadap Ancaman Tsunami!

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rawan terhadap bencana. Bencana tersebut antara lain gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan dan kebakaran hutan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapatkan data dari Badan PBB untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR) yang menyebutkan risiko bencana di Indonesia sangat tinggi.

"Dalam paparan terhadap penduduk atau jumlah manusia yang ada di daerah yang mungkin kehilangan nyawa karena bencana, Indonesia sangat tinggi risiko bencananya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Rabu (10/8/2011).

Rangking Indonesia dari paparan bencana per jenis bencana di dunia adalah berikut:

1. Bencana tsunami, Indonesia adalah rangking pertama dari 265 negara dengan jumlah 5.402.239 orang yang akan terkena dampaknya.

2. Bencana tanah longsor, Indonesia rangking pertama dari 162 negara dengan 197.372 orang.

3. Bencana gempa bumi, Indonesia adalah rangking ke 3 dari 153 negara dengan 11.056.806 orang.

4. Bencana banjir, Indonesia rangking ke 6 dari 162 negara dengan 1.101.507 orang terkena dampaknya.

Senin, 08 Agustus 2011

Astaga, Air Kencing Sumber Air Minum masa Depan!

Gagasan meminum air kencing (urin) Anda sendiri memang terdengar menjijikkan. Namun, urin menjadi pilihan terbaik warga Texas menghadapi kekeringan terparah.

Menurut Discovery News, negara bagian Amerika Serikat (AS) ini akan menguji coba untuk mendaur ulang air limbah yang berasal dari 27.000 warga. Limbah ini biasanya dialirkan ke sungai kecil.

“Biasanya kami membuat limbah ini ke sungai kecil dan membelokkannya dengan air,” ujar manajer distrik John Grant. Menurut Space, sistem daur ulang urin warga ini hampir tidak selangsung sistem daur urin NASA.

Pada misi pesawat ulang alik terakhir, astronot menguji coba dengan Forward Osmosis Bag yang memroses urin dan keringat astronot untuk menciptakan air portabel di mikrogavitasi.

Menurut laporan, untuk tahun ini tingkat hujan di Texas hanya mencapai 40%. Keringnya tanah membatasi kapasitas wilayah ini dalam menciptakan awan yang berakibat hujan di siang hari mustahil terjadi.

Senin, 18 Juli 2011

Ilmuwan Ciptakan Jubah Gaib Harry Potter



Penggemar film Harry Potter bisa jadi mengidamkan jubah ajaib yang menjadi salah satu senjata rahasia penyihir cilik itu. Tapi, bisakah kemampuan itu dipraktekkan di dunia nyata?

Ahli fisika dunia baru-baru ini mengembangkan jubah gaib serupa milik Harry Potter yang bisa membuat pengunanya tak terlihat. Dan penelitian ini mulai membuahkan hasil.

Para peneliti mengklaim jubah gaib buatannya mampu menghilangkan benda selama 110 nano detik. "Dan yang terbaik bisa mencapai 120 mikro detik," kata seorang peneliti dalam Daily Mail, 18 Juli 2011.

Penelitian ini dikembangkan dengan melakukan uji coba mengirim berkas cahaya melalui dua lensa waktu. Cahaya tersebut diperlamban dan dimampatkan. Cara ini diyakini bisa menciptakan kesenjangan waktu. "Tapi, selama kesenjangan itu, apa pun yang terjadi masih belum tercatat," kata tim peneliti dari Cornell University, Amerika Serikat, dalam Daily Mail, 18 Juli 2011.

Sebelumnya, peneliti Inggris dari University of St. Andrews di Skotlandia mengembangkan bahan yang disebut 'Metaflex' yang bisa digunakan di masa depan untuk memanipulasi cahaya. Ada juga ilmuwan lain yang mengembangkan 'Metamaterials' yang bisa menekuk dan memanipulasi obyek.

Rabu, 06 Juli 2011

Hebat, China Temukan 'Pendingin' Pemanasan Global!

Hasil studi terbaru menunjukkan, peningkatan konsumsi batubara pada dekade terakhir ternyata berhasil menahan pemanasan global. Bagaimana bisa?

Pada 2005 dan 2010 dinyatakan sebagai tahun terpanas dalam sejarah, skeptis yang menyatakan tak adanya kenaikan dari 1998-2008 membantah pandangan Bumi memanas akibat emisi gas rumah kaca.

Profesor Dr Robert Kaufmann di Boston University mengaku termotivasi melakukan penelitian setelah ada skeptis yang menghampirinya saat di forum publik. Skeptis ini mengaku melihat Fox News dan mengetahui suhu tak meningkat selama dekade ini.

“Semua sumber yang saya baca tak memberi jawaban cepat untuk menjelaskan kontradiksi ini. Saya tahu konsentrasi karbondioksida meningkat,” papar Kaufmann.

Hasil studi gabungan Amerika Serikat dan Finlandia yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences ini menyatakan batubara bisa dijadikan ‘pendingin’.

“Pendinginan bisa terjadi karena emisi belerang dari batubara bisa berperan sebagai pendingin,” ujarnya.

Pembakaran batubara melonjak di dekade terakhir, terutama China yang ekonominya tumbuh sangat pesat. Batubara mengeluarkan belerang yang mampu menghentikan sinar matahari agar tak mencapai Bumi.

Kaufmann mengakui adanya preseden emisi gas rumah kaca yang melonjak pasca Perang Dunia II di negara-negara Barat dan Jepang.

"Di saat bersamaan, emisi sulfur meningkat pesat dan ‘menangkis’ banyak efek gas rumah kaca,” kata Kaufmann seperti dilaporkan Strait Times.

Suhu global meningkat setelah awal 1970-an saat negara-negara maju mulai mengekang emisi sulfur, papar hasil studi itu. Konsumsi batubara global kembali meningkat 26% pada 2003-2007 dan China menyumbang lebih dari tiga perempat peningkatan tersebut. inilah.

Minggu, 24 April 2011

Gambar Petir Yang Sesungguhnya, Ditangkap oleh Kamera X-Ray. Mengerikan!

Pertama kalinya gambar petir telah ditangkap oleh kamera X-Ray £ 1500 Khusus kecepatan tinggi diciptakan oleh Meagan Schaal di Florida Institute of Technology di Melbourne, Florida.

Baru-baru ini selama badai di Camp Blanding, Florida, elektronik rana kamera "membeku" kilat baut-artifisial dipicu oleh roket dan kawat-seperti yang melaju ke tanah di seperenam kecepatan cahaya. 


Gambar Petir Yang Sesungguhnya, Ditangkap oleh Kamera X-Ray. Mengerikan!

Pertama kalinya gambar petir telah ditangkap oleh kamera X-Ray £ 1500 Khusus kecepatan tinggi diciptakan oleh Meagan Schaal di Florida Institute of Technology di Melbourne, Florida.

Baru-baru ini selama badai di Camp Blanding, Florida, elektronik rana kamera "membeku" kilat baut-artifisial dipicu oleh roket dan kawat-seperti yang melaju ke tanah di seperenam kecepatan cahaya.