Tampilkan postingan dengan label Belut Aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belut Aneh. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2011

Cara Unik Belut Listrik Menghasilkan Aliran Listrik

Kekuasaan Tuhan memang besar adanya, menciptakan sebuah belut yang mempunyai aliran listrik. Berbagai macam mahkluk diciptakan mempunyai kelebihannya masing-masing dari sifat yang wajar dan tak wajar.
Beberapa ratus spesies ikan memiliki organ penghasil listrik, namun hanya sedikit yang dapat menghasilkan daya listrik yang kuat. Organ penghasil listrik yang dimiliki oleh kebanyakan ikan tersusun dari sel saraf dan sel otot yang telah mengalami perubahan penting.

Bentuk organ listrik seperti piringan kecil yang memproduksi lendir disebut elektrosit, tersusun dan menyatu di bagian atas dari susunan lain yang sejajar. Pada umumnya, semua piringan menghadap arah yang sama yang memuat 150 atau 200 piringan setiap susunannya.

Misalnya, pada ikan torpedo terdapat 140 sampai 1000 piringan listrik pada setiap kolom. Pada ikan torpedo yang sangat besar, jumlah seluruh piringan sampai setengah juta.

Prinsip kerja piringan listrik ini mirip dengan cara kerja baterai. Ketika ikan beristirahat, otot-otot yang tidak berhubungan belum aktif. Namun jika menerima pesan dari saraf, akan segera bekerja secara serentak untuk mengeluarkan daya listrik.
Pada saat itu, voltase semua piringan listrik atau elektrosit menyatu, sehingga mampu menghasilkan daya listrik sampai 220 volt pada ikan torpedo atau sampai 650 volt pada belut listrik.

Pada umumnya semua spesies ikan tawar hanya menghasilkan listrik ringan, kecuali sembilang listrik dan belut listrik. Ikan listrik yang hidup di laut memiliki tenaga listrik yang lebih kuat dan berbahaya, karena air laut mengandung garam yang membuat dirinya lebih tahan terhadap arus listrik. Posisi dan bentuk organ listrik ini bervariasi tergantung pada spesiesnya.

Selain ikan yang dipersenjatai dengan muatan listrik potensial, ada jenis ikan lain pula yang menghasilkan sinyal bertegangan rendah 2 hingga 3 volt. Jika ikan-ikan ini tidak menggunakan sinyal listrik lemah semacam ini untuk berburu atau mempertahankan diri, lalu digunakan untuk apa?

Ikan ini memanfaatkan sinyal lemah ini sebagai alat indera. Tuhan menciptakan sistem indera dalam tubuh ikan ini, yang menghantarkan dan menerima sinyal-sinyal tersebut.

Ikan ini menghasilkan pancaran listrik dalam suatu alat khusus di ekornya. Listrik ini dipancarkan melalui ribuan pori-pori di punggung makhluk ini dalam bentuk sinyal yang untuk sementara menciptakan medan listrik di sekitarnya.

Benda apapun dalam medan ini membiaskannya, sehingga ikan ini mengetahui ukuran, daya alir dan gerak dari benda tersebut. Pada tubuh ikan ini, ada pengindera listrik yang terus menentukan medan ini seperti halnya radar.

Pendeknya, ikan ini memiliki radar yang memancarkan sinyal listrik dan menerjemahkan perubahan pada medan yang disebabkan oleh benda yang menghambat sinyal-sinyal di sekitar tubuhnya. Ketika kerumitan radar yang digunakan oleh manusia masih kita kembangkan, penciptaan mengagumkan dalam tubuh ikan seperti ini akan menjadi jelas.
Bentuk tubuh belut listrik unik, hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor inilah terdapat baterai-baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil yang horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah.

Tegangan listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan secara berderet (seri), akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt (bandingkan dengan batu baterai yang hanya 1,5 volt).

Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif. Belut listrik dapat mengatur hubungan antara baterai kecil dalam tubuhnya itu untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar.
Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Tetapi ketika berhadapan dengan musuh atau mangsanya, belut listrik akan memberikan tegangan semaksimal mungkin melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh musuh atau mangsanya itu.

Arus listrik sekitar 1 ampere yang ditimbulkan oleh tegangan listrik yang tinggi ini akan mengalir dan membunuh mereka. Namun hewan lain tidak terganggu karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan ekor dan kepala belut.

Cara Unik Belut Listrik Menghasilkan Aliran Listrik

Kekuasaan Tuhan memang besar adanya, menciptakan sebuah belut yang mempunyai aliran listrik. Berbagai macam mahkluk diciptakan mempunyai kelebihannya masing-masing dari sifat yang wajar dan tak wajar.
Beberapa ratus spesies ikan memiliki organ penghasil listrik, namun hanya sedikit yang dapat menghasilkan daya listrik yang kuat. Organ penghasil listrik yang dimiliki oleh kebanyakan ikan tersusun dari sel saraf dan sel otot yang telah mengalami perubahan penting.

Bentuk organ listrik seperti piringan kecil yang memproduksi lendir disebut elektrosit, tersusun dan menyatu di bagian atas dari susunan lain yang sejajar. Pada umumnya, semua piringan menghadap arah yang sama yang memuat 150 atau 200 piringan setiap susunannya.

Misalnya, pada ikan torpedo terdapat 140 sampai 1000 piringan listrik pada setiap kolom. Pada ikan torpedo yang sangat besar, jumlah seluruh piringan sampai setengah juta.

Prinsip kerja piringan listrik ini mirip dengan cara kerja baterai. Ketika ikan beristirahat, otot-otot yang tidak berhubungan belum aktif. Namun jika menerima pesan dari saraf, akan segera bekerja secara serentak untuk mengeluarkan daya listrik.
Pada saat itu, voltase semua piringan listrik atau elektrosit menyatu, sehingga mampu menghasilkan daya listrik sampai 220 volt pada ikan torpedo atau sampai 650 volt pada belut listrik.

Pada umumnya semua spesies ikan tawar hanya menghasilkan listrik ringan, kecuali sembilang listrik dan belut listrik. Ikan listrik yang hidup di laut memiliki tenaga listrik yang lebih kuat dan berbahaya, karena air laut mengandung garam yang membuat dirinya lebih tahan terhadap arus listrik. Posisi dan bentuk organ listrik ini bervariasi tergantung pada spesiesnya.

Selain ikan yang dipersenjatai dengan muatan listrik potensial, ada jenis ikan lain pula yang menghasilkan sinyal bertegangan rendah 2 hingga 3 volt. Jika ikan-ikan ini tidak menggunakan sinyal listrik lemah semacam ini untuk berburu atau mempertahankan diri, lalu digunakan untuk apa?

Ikan ini memanfaatkan sinyal lemah ini sebagai alat indera. Tuhan menciptakan sistem indera dalam tubuh ikan ini, yang menghantarkan dan menerima sinyal-sinyal tersebut.

Ikan ini menghasilkan pancaran listrik dalam suatu alat khusus di ekornya. Listrik ini dipancarkan melalui ribuan pori-pori di punggung makhluk ini dalam bentuk sinyal yang untuk sementara menciptakan medan listrik di sekitarnya.

Benda apapun dalam medan ini membiaskannya, sehingga ikan ini mengetahui ukuran, daya alir dan gerak dari benda tersebut. Pada tubuh ikan ini, ada pengindera listrik yang terus menentukan medan ini seperti halnya radar.

Pendeknya, ikan ini memiliki radar yang memancarkan sinyal listrik dan menerjemahkan perubahan pada medan yang disebabkan oleh benda yang menghambat sinyal-sinyal di sekitar tubuhnya. Ketika kerumitan radar yang digunakan oleh manusia masih kita kembangkan, penciptaan mengagumkan dalam tubuh ikan seperti ini akan menjadi jelas.
Bentuk tubuh belut listrik unik, hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor inilah terdapat baterai-baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil yang horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah.

Tegangan listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan secara berderet (seri), akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt (bandingkan dengan batu baterai yang hanya 1,5 volt).

Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif. Belut listrik dapat mengatur hubungan antara baterai kecil dalam tubuhnya itu untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar.
Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Tetapi ketika berhadapan dengan musuh atau mangsanya, belut listrik akan memberikan tegangan semaksimal mungkin melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh musuh atau mangsanya itu.

Arus listrik sekitar 1 ampere yang ditimbulkan oleh tegangan listrik yang tinggi ini akan mengalir dan membunuh mereka. Namun hewan lain tidak terganggu karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan ekor dan kepala belut.

Senin, 21 Maret 2011

Belut Aneh Bergincu Merah, Gegerkan Tasikmalaya



Warga Kampung Gunungsari, Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan seekor belut aneh. Ya, belut itu berwarna putih. Kepalanya menonjol. Dan mulutnya seperti mulut wanita yang memakai lipstik atau gincu berwarna merah. Sehingga belut terlihat cantik. Tak hanya itu daun telinganya lebar.

Adalah Rohidin (52), yang pertama menemukannya. Ceritanya berawal kala Rohidin mengeruk lumpur kolam yang sudah tidak berair. Jam menunjuk pukul 11.00 WIB. Rohidin asyik mengorek batu besar. Sedianya batu itu akan diangkat ke darat.

Tiba-tiba Rohidin terperangah. Dia melihat dari balik batu ada binatang keluar. Semula mengira ular. Lama Rohidin memperhatikan. Ugh, itu belut. Tapi warnanya putih. Rohidin jongkok bermaksud melanjutkan untuk mengangkat batu. Aneh, belut itu malah melompat ke arah wajahnya. Rohidin kaget. Rupanya belut itu hendak mencium bibir Rohidin. Beruntung mulutnya tidak terbuka, sehingga belut tidak masuk mulut.

Rohidin penasaran. Tapi belut masuk lumpur. Akhirnya dia mengeruk permukaan lumpur. Singkat cerita belut ditemukan. Dan berhasil dalam genggamannya. Tapi belut malah bertingkah aneh. Si belut nyosor. Dan menciumi wajah kakek bercucu empat ini. Rohidin kegelian. Beberapa kali belut lepas.

Guna memastikan belut putih tidak lepas dari genggaman, maka Rohidin memasukannya ke dalam baju yang dikenakan. Setelah itu Rohidin baru bisa mengamati dengan seksama belut tersebut di darat. Diperkirakan badan belut memiliki panjang 50 cm dengan berat sekitar 400 gram.

Rohidin tidak ada niatan untuk mengkonsumsi belut putih itu. Dia memilih memasukannya ke dalam aquarium. Warga yang mendengar Rohidin mendapakan belut aneh, berdatangan. Mereka ingin memastikannya.

Menurut Rohidin baru satu minggu dirinya membeli kolam ikan tersebut dari seorang tetangganya. Namun karena permukaan lumpur dianggap telah tebal, Rohidin mengurasnya. Dia tidak menyangka dalam kolam tersebut banyak keanehan.

Sebelumnya Rohidin mendapati belut warna merah. Ukurannya sebesar jempol orang dewasa. Belut warna merah itu ditemukan ketika dirinya mengukur kolam yang akan dibelinya. Karena ketakutan Rohidin memilih melepasnya begitu saja belut tersebut.

Kini rumah Rohidin selalu dipenuhi warga yang penasaran. Mesksi demikian dia tidak berniat untuk menjualnya. Atau memungut tiket dari warga yang nonton. Rohidin berharap, penemuan belut tersebut bisa memberi manfaat bagi dirinya, sekeluarga dan seluruh warga kampung.

Belut Aneh Bergincu Merah, Gegerkan Tasikmalaya



Warga Kampung Gunungsari, Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan seekor belut aneh. Ya, belut itu berwarna putih. Kepalanya menonjol. Dan mulutnya seperti mulut wanita yang memakai lipstik atau gincu berwarna merah. Sehingga belut terlihat cantik. Tak hanya itu daun telinganya lebar.

Adalah Rohidin (52), yang pertama menemukannya. Ceritanya berawal kala Rohidin mengeruk lumpur kolam yang sudah tidak berair. Jam menunjuk pukul 11.00 WIB. Rohidin asyik mengorek batu besar. Sedianya batu itu akan diangkat ke darat.

Tiba-tiba Rohidin terperangah. Dia melihat dari balik batu ada binatang keluar. Semula mengira ular. Lama Rohidin memperhatikan. Ugh, itu belut. Tapi warnanya putih. Rohidin jongkok bermaksud melanjutkan untuk mengangkat batu. Aneh, belut itu malah melompat ke arah wajahnya. Rohidin kaget. Rupanya belut itu hendak mencium bibir Rohidin. Beruntung mulutnya tidak terbuka, sehingga belut tidak masuk mulut.

Rohidin penasaran. Tapi belut masuk lumpur. Akhirnya dia mengeruk permukaan lumpur. Singkat cerita belut ditemukan. Dan berhasil dalam genggamannya. Tapi belut malah bertingkah aneh. Si belut nyosor. Dan menciumi wajah kakek bercucu empat ini. Rohidin kegelian. Beberapa kali belut lepas.

Guna memastikan belut putih tidak lepas dari genggaman, maka Rohidin memasukannya ke dalam baju yang dikenakan. Setelah itu Rohidin baru bisa mengamati dengan seksama belut tersebut di darat. Diperkirakan badan belut memiliki panjang 50 cm dengan berat sekitar 400 gram.

Rohidin tidak ada niatan untuk mengkonsumsi belut putih itu. Dia memilih memasukannya ke dalam aquarium. Warga yang mendengar Rohidin mendapakan belut aneh, berdatangan. Mereka ingin memastikannya.

Menurut Rohidin baru satu minggu dirinya membeli kolam ikan tersebut dari seorang tetangganya. Namun karena permukaan lumpur dianggap telah tebal, Rohidin mengurasnya. Dia tidak menyangka dalam kolam tersebut banyak keanehan.

Sebelumnya Rohidin mendapati belut warna merah. Ukurannya sebesar jempol orang dewasa. Belut warna merah itu ditemukan ketika dirinya mengukur kolam yang akan dibelinya. Karena ketakutan Rohidin memilih melepasnya begitu saja belut tersebut.

Kini rumah Rohidin selalu dipenuhi warga yang penasaran. Mesksi demikian dia tidak berniat untuk menjualnya. Atau memungut tiket dari warga yang nonton. Rohidin berharap, penemuan belut tersebut bisa memberi manfaat bagi dirinya, sekeluarga dan seluruh warga kampung.