Tampilkan postingan dengan label Nenek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nenek. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Wanita Ini Pensiun di Usia 102 Tahun. Hebat dan Inspiratif!

Sally Gordon namanya. Seorang wanita "super" berusia 102 tahun. Hari ini, ia mulai menikmati masa pensiun bersama 7 cucu dan 6 cicitnya, setelah mengabdi selama 84 tahun sebagai pegawai negeri di negara bagian Nebraska, Amerika Serikat.

Sally yang mengundurkan diri kemarin mengaku kesehatannya masih mumpuni. Hebatnya lagi, alasannya pensiun bukan karena kondisi fisiknya. "Ini sudah waktunya saja," katanya seperti dikutip Reuters.

Pada usia 75 tahun, Sally bekerja sebagai staf legislatif di negara bagian Nebraska. "Saya rutin berjalan 7 blok dari rumah menuju tempat kerja," katanya membuka resep sehat yang dilakukannya selama ini.

Lahir di Chicago pada 26 Maret 1909, Sally sedikitnya telah menjalani 15 sampai 20 pekerjaan berbeda. Mulai dari reporter, model, administrasi perusahaan ukiran, hingga berlabuh di kantor pemerintahan Nebraska. "Hidup berlalu dengan cepat," katanya.

Jim Gordon, anak Sally, kini berusia 64 tahun. Menurut Jim, sebuah keajaiban melihat ibunya memiliki kemampuan luar biasa itu. "Saya tidak tahu lagi harus berkata apa, ia hanya bekerja dan terus bekerja," kata Jim yang berprofesi sebagai pengacara.

Sally ditinggal suaminya sejak 1969. Ia menghidupi 4 anaknya. Pada usia 100, Sally diganjar medali penghargaan dari Presiden Barack Obama.

Wanita Ini Pensiun di Usia 102 Tahun. Hebat dan Inspiratif!

Sally Gordon namanya. Seorang wanita "super" berusia 102 tahun. Hari ini, ia mulai menikmati masa pensiun bersama 7 cucu dan 6 cicitnya, setelah mengabdi selama 84 tahun sebagai pegawai negeri di negara bagian Nebraska, Amerika Serikat.

Sally yang mengundurkan diri kemarin mengaku kesehatannya masih mumpuni. Hebatnya lagi, alasannya pensiun bukan karena kondisi fisiknya. "Ini sudah waktunya saja," katanya seperti dikutip Reuters.

Pada usia 75 tahun, Sally bekerja sebagai staf legislatif di negara bagian Nebraska. "Saya rutin berjalan 7 blok dari rumah menuju tempat kerja," katanya membuka resep sehat yang dilakukannya selama ini.

Lahir di Chicago pada 26 Maret 1909, Sally sedikitnya telah menjalani 15 sampai 20 pekerjaan berbeda. Mulai dari reporter, model, administrasi perusahaan ukiran, hingga berlabuh di kantor pemerintahan Nebraska. "Hidup berlalu dengan cepat," katanya.

Jim Gordon, anak Sally, kini berusia 64 tahun. Menurut Jim, sebuah keajaiban melihat ibunya memiliki kemampuan luar biasa itu. "Saya tidak tahu lagi harus berkata apa, ia hanya bekerja dan terus bekerja," kata Jim yang berprofesi sebagai pengacara.

Sally ditinggal suaminya sejak 1969. Ia menghidupi 4 anaknya. Pada usia 100, Sally diganjar medali penghargaan dari Presiden Barack Obama.

Kamis, 24 Maret 2011

Nenek Kejam! Nenek Pecandu Narkoba Habisi Putri Kandungnya Sendiri!

Sejahat-jahatnya hewan tidak akan memakan anaknya sendiri. Tapi pepatah ini tidak berlaku bagi ibu tiga anak ini. Ia tega membunuh putri kandungnya, Agnes Kaharisma yang akrab dipanggil Risma. Bahkan untuk aksi sadisnya itu, wanita pecandu narkoba ini menyewa dua pembunuh bayaran.

Jasad Risma,17, ditemukan membusuk di selokan Jl. Joe, Jagakarsa, Jaksel, pada Minggu (13/2). Kematian Risma sempat menjadi buah bibir di masyarakat. Soalnya, gadis cantik ini memiliki pergaulan luas.

Misteri pembunuhan cewek primadona Jalan Jaksa tersebut akhirnya terungkap. Aksi sadis itu ternyata diotaki oleh ibu kandungnya, Milly Patti alias Nenek. Wanita 57 tahun ditangkap polisi di rumah kos Jl. Sirsak, Jagakarsa, Jaksel, Selasa (22/3). Ia berdalih terpaksa membunuh darah dagingnya sendiri lantaran sakit hati diusir dari rumah kos itu.

Ia juga mengaku kerap diperlakukan kasar. “Saya siap menerima hukuman terberat sekalipun. Semua sudah terjadi, ibarat nasi sudah jadi bubur, saya juga harus siap bertanggung jawab,” kata wanita yang seluruh rambutnya sudah memutih ini.

PECANDU NARKOBA

Milly enggan mengungkapkan alasan pengusiran yang dilakukan anaknya. Namun Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan Msi, mengatakan keributan ibu dan anak itu terjadi lantaran Milly pecandu narkoba.

“Ia sering minta uang untuk beli narkoba kepada Risma. Akibatnya Risma menjadi marah karena merasa dirinya diperas oleh ibunya,” uangkapnya.

Keributan antara Risma dan ibunya kerap terjadi lantaran gadis 17 tahun itu kesal sang ibu menggunakan uang hasil keringatnya untuk beli barang terlarang. Padahal Risma bekerja keras untuk menghidupi keluarga, bahkan ia rela menjadi wanita malam yang kerap mangkal di Jalan Jaksa.

Berkali-kali Risma menasehati ibunya untuk berhenti menjadi budak narkoba, tapi tak pernah digubris malah sebaliknya sang ibu marah-marah pada anak bungsunya itu.

PANDAI BERAKTING

Pembunuhan Risma menjadi perhatian utama Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Eddy Pramono. Upaya mengungkap kasus ini, ia membentuk dua tim khusus beranggotan polisi pilihan dari polres dan Polsek Jagakarsa.

Pada awalnya, petugas kesulitan untuk mengungkap kasus ini. Soalnya, Milly pandai bersandiwara. Ia membuat alibi kuat saat pertama kali dimintai keterangan. Milly mengaku anaknya dijemput sopir kekasihnya seminggu sebelum ditemukan tewas. Katanya, anak dan pacarnya itu pergi ke Puncak, Jawa Barat.

Aktingnya yang penuh kesungguhan membuat petugas mempercayai keterangannya. Selanjutnya, pencarian diarahkan pada sopir kekasih Risma. Setelah pencarian ke berbagai tempat hiburan, sopir itu ditemukan. Pemeriksaan menunjukkan sopir pribadi Clark, pacar Risma yang warga Amerika, itak terlibat dalam pembunuhan.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, polisi menemukan petunjuk bahwa semua cerita Milly hanya bualan. Empat kali diperiksa, Milly akhirnya tak bisa berkelit. Ia mengakui telah membunuh anak kandungnya lewat tangan pembunuh bayaran yakni Sinyo Ebenhaezer alias Sonny, 28, dan Warto alias Uwa, 32.

“Mereka saya kasih uang masing-masing Rp2 juta untuk membunuh Risma. Setelah Risma tewas, saya bersikap biasa agar tidak membuat warga sekitar curiga,” ungkap Milly.

Sonny diringkus di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sedangkan Warto ditangkap di Malang, Jawa Timur. “Mereka semuanya mengaku telah membunuh Risma,” kata Kombes Gatot.

Terungkapnya kasus pembunuhan sadis itu membuat Budiasih, ayah Risma, geram. Pria 60 tahun ini mengaku sulit memahami tindakan istrinya itu.

“Saya kecewa sekali. Saya juga tidak akan membesuk dia di tahanan. Dia tega membunuh anak kandung kami. Biarlah hakim yang memutuskan hukuman sesuai dengan perbuatannya,” ujar Budi yang ditemui di rumah kos di Jl. Sirsak, kemarin sore.

Saat pembunuhan itu terjadi, Budi mengaku ia sedang berkunjung ke rumah kerabat di Bogor, Jawa Barat. Karenanya, ia mengaku sangat terpukul saat diberitahu anaknya tewas. “Padahal dia anak yang baik dan berbakti pada orangtua,” katanya.

Tindakan sadis Milly juga membuat tetangga terheran-heran. Apalagi, mereka melihat bagaimana wanita itu tampak kehilangan anaknya ketika Risma ditemukan tewas.

“Artis sinetron juga kalah kalau disuruh berakting sama dia. Saya nggak habis pikir, kok bisa-bisanya dia mengarang cerita anaknya dijemput sopir pacarnya. Padahal dia yang membunuhnya,” kata Ny. Syifa, warga.

Hal senada disampaikan Ny. Rahmat. Meski pernah melihat ibu dan anak itu bertengkar, ia tak menyangka wanita itu tega membunuh anaknya. “Saya pernah melihat mereka cekcok. Tapi kejadian itu sudah lama,” katanya. “Bener-bener, saya nggak habis pikir kok bisa setega itu.”

Milly dan dua eksekutor yang menghabisi nyawa Risma kini mendekam dalam tahanan. Mereka dijerat dengan pasal 340 KUHP dengan tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. poskota.

Nenek Kejam! Nenek Pecandu Narkoba Habisi Putri Kandungnya Sendiri!

Sejahat-jahatnya hewan tidak akan memakan anaknya sendiri. Tapi pepatah ini tidak berlaku bagi ibu tiga anak ini. Ia tega membunuh putri kandungnya, Agnes Kaharisma yang akrab dipanggil Risma. Bahkan untuk aksi sadisnya itu, wanita pecandu narkoba ini menyewa dua pembunuh bayaran.

Jasad Risma,17, ditemukan membusuk di selokan Jl. Joe, Jagakarsa, Jaksel, pada Minggu (13/2). Kematian Risma sempat menjadi buah bibir di masyarakat. Soalnya, gadis cantik ini memiliki pergaulan luas.

Misteri pembunuhan cewek primadona Jalan Jaksa tersebut akhirnya terungkap. Aksi sadis itu ternyata diotaki oleh ibu kandungnya, Milly Patti alias Nenek. Wanita 57 tahun ditangkap polisi di rumah kos Jl. Sirsak, Jagakarsa, Jaksel, Selasa (22/3). Ia berdalih terpaksa membunuh darah dagingnya sendiri lantaran sakit hati diusir dari rumah kos itu.

Ia juga mengaku kerap diperlakukan kasar. “Saya siap menerima hukuman terberat sekalipun. Semua sudah terjadi, ibarat nasi sudah jadi bubur, saya juga harus siap bertanggung jawab,” kata wanita yang seluruh rambutnya sudah memutih ini.

PECANDU NARKOBA

Milly enggan mengungkapkan alasan pengusiran yang dilakukan anaknya. Namun Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan Msi, mengatakan keributan ibu dan anak itu terjadi lantaran Milly pecandu narkoba.

“Ia sering minta uang untuk beli narkoba kepada Risma. Akibatnya Risma menjadi marah karena merasa dirinya diperas oleh ibunya,” uangkapnya.

Keributan antara Risma dan ibunya kerap terjadi lantaran gadis 17 tahun itu kesal sang ibu menggunakan uang hasil keringatnya untuk beli barang terlarang. Padahal Risma bekerja keras untuk menghidupi keluarga, bahkan ia rela menjadi wanita malam yang kerap mangkal di Jalan Jaksa.

Berkali-kali Risma menasehati ibunya untuk berhenti menjadi budak narkoba, tapi tak pernah digubris malah sebaliknya sang ibu marah-marah pada anak bungsunya itu.

PANDAI BERAKTING

Pembunuhan Risma menjadi perhatian utama Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Eddy Pramono. Upaya mengungkap kasus ini, ia membentuk dua tim khusus beranggotan polisi pilihan dari polres dan Polsek Jagakarsa.

Pada awalnya, petugas kesulitan untuk mengungkap kasus ini. Soalnya, Milly pandai bersandiwara. Ia membuat alibi kuat saat pertama kali dimintai keterangan. Milly mengaku anaknya dijemput sopir kekasihnya seminggu sebelum ditemukan tewas. Katanya, anak dan pacarnya itu pergi ke Puncak, Jawa Barat.

Aktingnya yang penuh kesungguhan membuat petugas mempercayai keterangannya. Selanjutnya, pencarian diarahkan pada sopir kekasih Risma. Setelah pencarian ke berbagai tempat hiburan, sopir itu ditemukan. Pemeriksaan menunjukkan sopir pribadi Clark, pacar Risma yang warga Amerika, itak terlibat dalam pembunuhan.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, polisi menemukan petunjuk bahwa semua cerita Milly hanya bualan. Empat kali diperiksa, Milly akhirnya tak bisa berkelit. Ia mengakui telah membunuh anak kandungnya lewat tangan pembunuh bayaran yakni Sinyo Ebenhaezer alias Sonny, 28, dan Warto alias Uwa, 32.

“Mereka saya kasih uang masing-masing Rp2 juta untuk membunuh Risma. Setelah Risma tewas, saya bersikap biasa agar tidak membuat warga sekitar curiga,” ungkap Milly.

Sonny diringkus di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sedangkan Warto ditangkap di Malang, Jawa Timur. “Mereka semuanya mengaku telah membunuh Risma,” kata Kombes Gatot.

Terungkapnya kasus pembunuhan sadis itu membuat Budiasih, ayah Risma, geram. Pria 60 tahun ini mengaku sulit memahami tindakan istrinya itu.

“Saya kecewa sekali. Saya juga tidak akan membesuk dia di tahanan. Dia tega membunuh anak kandung kami. Biarlah hakim yang memutuskan hukuman sesuai dengan perbuatannya,” ujar Budi yang ditemui di rumah kos di Jl. Sirsak, kemarin sore.

Saat pembunuhan itu terjadi, Budi mengaku ia sedang berkunjung ke rumah kerabat di Bogor, Jawa Barat. Karenanya, ia mengaku sangat terpukul saat diberitahu anaknya tewas. “Padahal dia anak yang baik dan berbakti pada orangtua,” katanya.

Tindakan sadis Milly juga membuat tetangga terheran-heran. Apalagi, mereka melihat bagaimana wanita itu tampak kehilangan anaknya ketika Risma ditemukan tewas.

“Artis sinetron juga kalah kalau disuruh berakting sama dia. Saya nggak habis pikir, kok bisa-bisanya dia mengarang cerita anaknya dijemput sopir pacarnya. Padahal dia yang membunuhnya,” kata Ny. Syifa, warga.

Hal senada disampaikan Ny. Rahmat. Meski pernah melihat ibu dan anak itu bertengkar, ia tak menyangka wanita itu tega membunuh anaknya. “Saya pernah melihat mereka cekcok. Tapi kejadian itu sudah lama,” katanya. “Bener-bener, saya nggak habis pikir kok bisa setega itu.”

Milly dan dua eksekutor yang menghabisi nyawa Risma kini mendekam dalam tahanan. Mereka dijerat dengan pasal 340 KUHP dengan tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. poskota.

Selasa, 08 Maret 2011

Asoy Geboy, Nenek Gaul Usia 69 Tahun Jadi DJ

Gaul juga itu nenek. Pada usia 69 tahun, Mamy Rock menunjukkan kepiawaiannya sebagai DJ (disc jockey) di tengah lebih dari 3.000 pengunjung, beberapa hari lalu, pada even Anaheim’s Electro Festival di AS.

Yang membuat nenek tersanjung adalah sambutan para pengunjung muda. “Mereka ingin mencium saya. Mereka melempari saya hadiah, juga gelang dari lengan mereka,” katanya.

“Ada dua mawar merah dilemparkan ke saya oleh pemuda. Ini tentu sangat indah orang setua seperti saya ini,” tambahnya.

Mamy Rock mulai tertarik menjadi DJ tahun 2005 silam, ketika menghadiri sebuah klub malam di London, menemani cucunya yang berulang tahun.

Dalam sebuah wawancara yang dilansir Telegraph, nenek ini menggambarkan kesan pertama dia datang ke klub malam. “Berisik, tapi indah karena semua lampu berkedip dan begitu banyak anak muda bersenang-senang,” kenangnya.

Kepada sang cucu, Mamy Rock bilang, “Kamu akan lihat, saya bisa membuat yang begini ini untuk anak-anak muda di tempat kita.” Sang cucu merespon, “Keren Nek.”

Lima tahun berlalu, Mamy Rock telah menyiapkan dirinya untuk menjadi DJ. Dia segera membuktikan dirinya sebagai seorang DJ papan atas. Di Los Angeles, dia kini bekerja di studio rekaman.

Asoy Geboy, Nenek Gaul Usia 69 Tahun Jadi DJ

Gaul juga itu nenek. Pada usia 69 tahun, Mamy Rock menunjukkan kepiawaiannya sebagai DJ (disc jockey) di tengah lebih dari 3.000 pengunjung, beberapa hari lalu, pada even Anaheim’s Electro Festival di AS.

Yang membuat nenek tersanjung adalah sambutan para pengunjung muda. “Mereka ingin mencium saya. Mereka melempari saya hadiah, juga gelang dari lengan mereka,” katanya.

“Ada dua mawar merah dilemparkan ke saya oleh pemuda. Ini tentu sangat indah orang setua seperti saya ini,” tambahnya.

Mamy Rock mulai tertarik menjadi DJ tahun 2005 silam, ketika menghadiri sebuah klub malam di London, menemani cucunya yang berulang tahun.

Dalam sebuah wawancara yang dilansir Telegraph, nenek ini menggambarkan kesan pertama dia datang ke klub malam. “Berisik, tapi indah karena semua lampu berkedip dan begitu banyak anak muda bersenang-senang,” kenangnya.

Kepada sang cucu, Mamy Rock bilang, “Kamu akan lihat, saya bisa membuat yang begini ini untuk anak-anak muda di tempat kita.” Sang cucu merespon, “Keren Nek.”

Lima tahun berlalu, Mamy Rock telah menyiapkan dirinya untuk menjadi DJ. Dia segera membuktikan dirinya sebagai seorang DJ papan atas. Di Los Angeles, dia kini bekerja di studio rekaman.